Fasilitasi UKM Terapkan SNI

27 October 2018 13:25 WIB Dibaca 472 kali

Bukan hanya industri besar yang didorong untuk menerapkan standar nasional Indonesia (SNI). Badan Standardisasi Nasional (BSN) juga membidik kalangan usaha kecil menengah (UKM). Salah satunya melalui pemberian bantuan fasilitas standardisasi bagi UKM binaan.

Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN Zakiyah menjelaskan, fasilitas tersebut terdiri atas banyak hal. Misalnya, pembinaan dan pembenahan sistem, pelatihan sumber daya manusia, pengajaran pengendalian proses, pengujian produk, akses atau audit internal, hingga pembiayaan sertifikasi dalam periode tiga tahun. Hal itu dilakukan agar bisnis UKM tetap konsisten dalam menjaga mutu produk.

Dia menyatakan, BSN memang gencar memberikan fasilitas program berkelanjutan bagi UKM. “Harapannya, UKM binaan kami dapat dijadikan role model di berbagai daerah,” tutur Zakiyah di sela-sela pameran Indonesia Quality Expo (IQE), kemarin (26/10). Terhitung sejak Januari 2018 sampai sekarang, BSN telah memberikan bantuan fasilitas SNI kepada 160 UKM di berbagai daerah. 

Menurut Zakiyah, dampak dari fasilitas standardisasi BSN kepada pelaku UKM sangat luar biasa. Salah satunya, dapat mengubah pola pikir para UKM tersebut. “Mereka jadi sadar apabila produknya tidak bermutu, itu sama saja mereka membuang waktu, sumber daya manusia, dan sumber daya alam yang lainnya,” terangnya. Dengan program pembiayaan kepada UKM untuk meraih SNI, pihaknya berharap dapat memudahkan promosi produk pada sektor tersebut. Juga, bisa memperluas pasar.

Di Jawa Timur, lanjut Zakiyah, UKM berkembang pesat. Hampir 27 persen penggerak ekonomi Jawa Timur adalah golongan UKM. Pihaknya mengapresiasi pemerintah Jatim yang ikut mendorong para pelaku UKM agar menerapkan SNI pada produknya. Tujuan utamanya adalah dapat menembus pasar internasional. “Kalau jumlah UKM yang sudah ber-SNI berkembang pesat, tentu semakin bisa menjadi potensi ekonomi yang riil,” tegasnya. (*)

Editor : Elsy Maisany
Sumber Berita : JPNN