Diplomat Rusia Terusir Tinggalkan AS

2017-01-02 • Sumber : • Editor : Elsy • Dibaca 3961 kali

Diplomat Rusia, yang diusir atas perintah Presiden Amerika Serikat Barack Obama, meninggalkan Washington, Minggu (1/1). Hal tersebut dikonfirmasi Kedutaan Rusia. "Pesawat telah tinggal landas, setiap orang pergi," kata kantor berita RIA mengutip pernyataan bagian pers kedutaan itu. Sebelumnya, melansir Reuters, Presiden Barack Obama memerintahkan pengusiran 35 diplomat Rusia dan menutup dua kompleks Rusia di New York dan Maryland. 

Ke-35 diplomat diberi waktu 72 jam meninggalkan AS. Sementara, akses terhadap dua kompleks Rusia tidak boleh dimasuki oleh pejabat Rusia mulai Jumat (30/12) siang. "Tindakan ini diambil merespons apa yang dilakukan Rusia terhadap diplomat Amerika dan aksi diplomat yang tidak konsisten dengan praktek diplomatik," ujar Obama. Selain sanksi tersebut, AFP melaporkan, AS juga memberikan sanksi ekonomi dengan membekukan aset dan menghentikan sistem finansial dua agen intelijen Main Intelligence Directorate (GRU) dan Federal Security Service (FSB). 

Sebelumnya dilaporkan, AS akan memberikan sanksi pada Rusia karena dianggap telah melakukan serangan cyber selama masa pemilihan presiden AS yang dimenangkan Donald Trump. Rusia dituding agen intelijen AS sebagai dalang di balik serangan cyber terhadap AS, seperti membocorkan berbagai informasi untuk membantu kemenangan Trump. Tudingan ini dibantah Rusia.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan tidak melakukan pengusiran sebagai balasan dengan menyatakan akan mempertimbangkan tindakan presiden terpilih AS Donald Trump, yang mulai menjabat pada 20 Januari 2017, saat muncul keputusan atas kebijakan lebih lanjut dalam kerangka hubungan Rusia-AS.